In

Selain Xpander AP4, Rifat Sungkar Punya Xpander Modif Lain Lho!



Kalau sudah datang ke booth Mitsubishi di IIMS 2019, pasti Anda liat Mitsubishi Xpander AP4 yang bakal jadi mobil rally Rifat Sungkar.

 Namun yang belum tentu Anda lihat, Rifat ternyata punya Xpander yang sudah dimodifikasi oleh Autospot, rumah modifikasi terkenal di kawasan BSD nih!

Setelah diusut langsung ke juragan Autospot, Edwin Adji Satriyo, "Bener banget, tapi ide awalnya bukan dari gue sendiri," ungkap Edwin, sapaan akrabnya Ide awalnya datang ketika Rifat Sungkar datang menemui Edwin untuk memodifikasi penampilan Xpandernya agar terlihat lebih sporty.

"Desain Xpander memang sudah sporty, gue pengin bikin supaya lebih keren lagi dari standarnya. Tapi tetap nyaman digunakan dan enggak nyusahin meski sudah dimodifikasi,

" ujar Rifat. Akhirnya ia pun mendatangi Edwin, kebetulan memang mereka sudah kenal lama


 Sumber : www.gridoto.com


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In

Perhatikan.. Ini Bagian Rangka yang Haram Dilubangi dan Dimodifikasi



Ada beberapa bagian rangka yang haram buat dilubangi dan dimodifikasi. Bagian rangka ini haram buat dilubangi atau dimodifikasi karena berkaitan dengan keselamatan.

 Hanasilim dari bengkel Tekno Tuner di Jakarta Barat akan kasih info beberapa bagian rangka yang haram buat dimodifikasi.

 Han Han sapaan akrabnya memang sudah akrab dengan modifikasi rangka untuk keperluan drag bike. "Yang tidak boleh dipotong atau dicoak itu sambungan sub frame ke sasis tengah,

" yakin Han Han. Menurutnya, modifikasi atau pemotongan pada bagian itu bisa bikin rangka rawan bengkok. Kalau sudah bengkok, kestabilan motor akan terganggu dan berbahaya.

 Selain itu jarak antara bolongan yang dibuat juga harus diperhatikan dengan benar.


Sumber : www.gridoto.com

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In

Pembalap yang Pernah Pakai YZR-M1 Kesulitan dengan Motor Pabrikan Lain?



Walaupun bukan jadi motor terkuat, banyak yang setuju Yamaha YZR-M1 adalah motor yang paling mudah dikendarai di MotoGP.

 Buktinya, banyak pembalap rookie yang bisa langsung tampil bagus dengan YZR-M1. Namun, ada satu fakta menarik di mana pembalap yang sebelumnya pernah memakai YZR-M1 akan kesulitan saat ganti pabrikan di musim selanjutnya.

 Banyak contohnya, misalnya Andrea Dovizioso yang pindah ke Ducati pada 2013 yang menurun drastis tanpa meraih podium, padahal sebelumnya meraih 6 podium bersama Tech3 di 2012.

Dovizioso sangat kesulitan di awal bersama Ducati sampai akhirnya bisa kompetitif. Lalu Cal Crutchlow, Pol Espargaro, Bradley Smith, termasuk juga Jorge Lorenzo yang sudah menggondol 3 juara dunia bersama Yamaha.

 Lorenzo contoh besarnya, dengan motor Ducati, dirinya sangat kesulitan di musim pertamanya di 2017. Padahal motor Ducati cukup bagus, Andrea Dovizioso cukup kompetitif saat itu.

 Terakhir setelah Lorenzo, ada Johann Zarco dan Hafizh Syahrin yang mengendarai motor KTM.

Sumber :www.gridoto.com

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In

Balas Dendam Jaman SMU, Mobil Idaman 1990-an DIbangun Total


Bagi yang besar di sepanjang tahun '90-an, pasti enggak asing dengan mobil hatchback favorit waktu itu.

 Yup, Honda Civic Estilo ini sejak diluncurkan tahun 1992 selalu jadi magnet bagi anak muda ketika itu, bahkan sampai sekarang!

"Gue ingat banget pas SMU dulu...ingin banget punya Estilo, tapi gak bisa beli. Nah sekarang punya uang sendiri langsung beli dan gue modif. Balas dendam gara-gara dulu gak kesampean...hahaha,"

gelak pria yang akrab disapa Kendy ini. Modifikasi mobil ini dimulai sekitar pertengahan tahun 2016 lalu. Waktu itu Kendy berhasil mendapatkan unit Estilo dalam kondisi bahan.

 Mobil pun sempat dikirim ke bengkel Honda Tebet untuk dicat. "Tapi saya kurang puas, jadi saya kirim lagi ke Tiara Motor di Kebon Jeruk buat dikerjain ulang," ujarnya.

Sumber : www.gridoto.com

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In

Skema Tarif Masih digodok, Masa Diskon di Tol Trans Jawa Diperpanjang


Diskon tarif di Tol Trans-Jawa dipastikan bakal diperpanjang. Pasalnya penetapan skema tarif baru belum rampung digodok.

 Menurut Direktur Operasi II PT Jasa Marga Tbk Subakti Syukur, seharusnya diskon tarif tol berakhir pada 21 Maret lalu.

 "BUJT perlu duduk lagi untuk menyinkronisasikan sistemnya, sekarang belum, data yang terintegrasi belum fixed," kata Subakti dikutip dari Kompas.com.

 Subakti mengaku belum bisa memastikan sampai kapan perpanjangan diskon ini bakal berlaku.

 Menurutnya, pembahasan masih berkutat pada formula penentuan tarif dan jarak batas maksimal.

 Seperti diketahui, pemerintah berharap adanya tarif maksimum yang dibebankan kepada pengguna
jalan bila telah mencapai jarak tertentu.

 Namun, rupanya penentuan tersebut tidak bisa dilakukan dengan mudah.

Sumber : www.gridoto.com

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments