In NEWS

Aston Martin Vantage Meluncur di Jakarta, Harga di Atas Rp 5 Miliar



Produsen mobil sport Inggris, Aston Martin mendaratkan generasi penerus dari model Vantage di jalanan Jakarta. Peluncuran mobil diadakan di Showroom Aston Martin Jakarta, Jl. HOS Cokroaminoto No. 70, Menteng Jakarta Pusat.

Konsep desain terbaru yang diusung New Vantage adalah performance aerodynamic yang diklaim mampu menciptakan tekanan udara rendah dan di waktu bersamaan mencegah guncangan yang dihasilkan oleh roda belakang.


Pada bagian dalam atau kokpit memiliki kesan dinamis dan terfokus pada sportcar sehingga memberikan kesan yang agresif. "Kokpit nya seperti F1, berbeda dengan DB 11," ucap General Manager Sales & Manager Fransisca Prandayani.

"Model New Vantage ini akan lebih mengenal volume melanjutkan kesuksesan dari model sebelumnya yang telah menjadi icon sejarah," ungkap Regional Manager Aston Martin South and South East Asia, Nen Chan kepada wartawan.

New Vantage pada seri ini juga merupakan mobil Aston Martin pertama yang memiliki Electronic Rear Diffferential (E-Diff). Teknologi ini dimaksudkan untuk membuat pengendara semakin percaya diri menjaga stabilitas kendaraan saat lurus atau pun menikung sehingga pengemudi dapat mengeksplor mobil dengan maksimal, khususnya untuk pengguna harian.

Aston Martin New Vantage dibekali mesin twin turbo V8 yang mampu menghasilkan tenaga sebesar 530 hp dengan torsi maksimal sebesar 685 Nm. Dipadu dengan tiga mode berkendara, yakni Sport, Sport Plus, dan Track.


Aston Martin New Vantage sendiri terdapat 5 varian warna. "Selain warna kuning, ada warna merah, silver khasnya Aston Martin, putih, dan warna hitam," ungkap Siska.

Bicara soal harga Sisca tidak mengungkapkan angka yang pasti, tapi ia menyebut berada di atas Rp 5 Miliar (off the road). Harga tersebut menurutnya belum terganggu dengan wacana kenaikan pajak impor mobil mewah.

sumber: oto.detik.com

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In NEWS

Cerita Honda Brio: Laris di Indonesia, Racikan Thailand


Sejak pertama kali diluncurkan pada 2012 lalu di Indonesia, Honda Brio mendapat respons sangat positif. Sampai sekarang bahkan kontribusi Brio di Indonesia tembus 58% melampaui Tunisia, Bhutan, Nepal, India, Thailand, Bangladesh, Filipina, Kenya, Mauritius, hingga Afrika Selatan.


"Research and Development (RnD) Honda di Oseania itu ada di Thailand. Di Indonesia memang ada juga Honda RnD tapi untuk saat ini digunakan untuk mensupport terhadap peningkatan part atau namanya tingka kandungan lokal," kata Tsutomu Harano, Development Leader Honda R&D Asia Pacific Co., Ltd di Jakarta, kemarin.


Pun demikian, ternyata Indonesia belum bisa untuk mengembangkan Brio. Seluruh pengembangan mobil Honda di area Oseania (Samudra Pasifik dan sekitarnya) masih ditempatkan di Thailand.


"Ya (RnD Indonesia-Red), belum memiliki kemampuan untuk melakukan pengembangan mobil. Saat ini belum, belum kita pikirkan. Jadi memang Honda RnD itu adanya di Thailand," tambahnya.


Tapi bukan berarti seluruh masukan Honda terkait mobil yang cocok untuk di Indonesia tak digubris. "Masukan dari Indonesia tetap kita dengarkan. Contohnya adalah perubahan Honda Brio ini, seluruh perubahannya berkat masukan dari warga Indonesia," ujar Harano.

Di kesempatan sama, Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual PT Honda Prospect Motor Jonfis Fandy juga mengaku bahwa pengguna Brio di Indonesia adalah keluarga muda dan yang baru memiliki mobil pertama kalinya. Jadi diupayakan bahwa mobil ini bisa melakukan berbagai kegiatan.

"Seperti membawa kereta bayi, hemat, bisa dibawa ke mana saja, keluarga baru juga bisa masuk semua, itu yang jadi concern kami dalam mengembangkan Honda Brio," paparnya.

sumber: oto.detik.com

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In NEWS

Pajak Naik, Distributor VW-Audi Pasrah


Kenaikan sejumlah beban instrumen pajak mobil impor bermesin 3.000cc ke atas turut berimbas ke bisnis PT Garuda Mataram Motor (GMM). Selaku agen pemegang merek dan distributor merek Volkswagen dan Audi, pihak Garuda menyatakan pasrah menghadapi kondisi tersebut. 

"Memang dengan kondisi begini bikin pusing. Tapi kita akan mengikuti keputusan pemerintah," kata Chief Operating Officer PT GMM Jonas Chendana kepada Kompas.com, Jumat (7/9/2018). 

Menurut Jonas, ada sebagian kecil produk Audi yang terkena imbas dari kebijakan tersebut. Contohnya Audi Q7. Untuk produk tersebut, Jonas menyatakan pihaknya akan langsung melakukan penyesuaian harga. 

Secara keseluruhan, Jonas menyebut sebagian besar produk yang didistribusikan PT GMM tidak terkena kenaikan pajak. Sebab hampir seluruhnya bermesin di bawah 3.000cc. 

"Produk yang terkena imbas volumenya tidak besar. Intinya kita mendukung pemerintah. Semoga dengan kebijakan ini rupiah bisa berjaya kembali," ucap Jonas.

Kenaikan sejumlah beban instrumen pajak mobil impor merupakan imbas dari melemahnya rupiah terhadap dollar AS. Instrumen pajak yang dimaksud, meliputi Pajak Penghasilan (PPh), Bea Masuk, dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM). Pemerintah berharap kenaikan sejumlah beban instrumen pajak bisa menekan jumlah impor mobil dari luar negeri.

sumber: otomotif.kompas.com

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In NEWS

Honda Pamerkan Teknologi Mesin i-MMD di GIIAS 2018

Masih ingatkah kalian dengan teknologi mesin i-MMD milik Honda? Sebenarnya kami pernah sekilas membahas mengenai teknologi mesin yang menggantikan teknologi mesin i-DCD yang ada di beberapa mobil Honda seperti Honda Freed Hybrid itu. Nah, kali ini kita malah bisa mempelajari dan melihat langsung bagaimana cara kerja dan konsep yang diusung oleh mesin i-MMD Honda tersebut dengan mampir ke booth dari Honda Indonesia di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018. Yuk kita bahas.  
Nah, Honda i-MMD sendiri merupakan singkatan dari mesin Hybrid Intelligent Multi-Mode Drive (i-MMD). Mesin ini sendiri memiliki kemampuan untuk menghasilkan konsumsi bahan bakar lebih efisien dan menambah jarak tempuh mobil secara signifikan, menurut klaim dari Honda. Mobil yang sudah menggunakan teknologi ini salah satunya adalah Honda CR-V Hybrid yang muncul pertama kali di Tokyo Motor Show 2017 silam. Untuk cara kerja, secara singkat Teknologi mesin Hybrid Intelligent Multi-Mode Drive (i-MMD) bekerja dengan menggunakan
tenaga motor tanpa menyalakan mesin terus menerus, sehingga konsumsi bahan bakar menjadi lebih hemat. Secara berkelanjutan, tenaga motor dan mesin berbahan bakar akan bekerja secara bergantian selama perjalanan sehingga teknologi i-MMD menghasilkan efisiensi bahan bakar lebih baik dari mesin konvensional.
Honda juga mengklaim bahwa Teknologi i-MMD unggul dalam akselerasi jikalau dibandingkan mesin konvensional, memang cukup masuk akal sih. Saat menginjak pedal gas, teknologi i-MMD menggunakan tenaga motor yang dapat memberi respon lebih cepat, sehingga waktu yang diperlukan untuk berakselerasi secara logika akan menjadi lebih singkat dibandingkan dengan mesin konvensional yang biasanya membutuhkan waktu dari sejak pedal gas ditekan hingga mobil melaju. Untuk urusan efisiensi sendiri teknologi milik pabrikan berlogo H ini juga cukup oke dengan melibatkan 5 sistem berbeda yang bekerja dan bersinergi bersama. Kelimanya meliputi Generation and Drive Motors, mesin 2.0L Atkinson-cycle DOHC i-VTEC, Lithium-Ion Battery, Engine-linked Clutch dan sebuah PCU (Power Control Unit).

Jonfis Fandy, Marketing and After Sales Service Director HPM mengatakan bahwa Ajang GIIAS merupakan momen yang tepat bagi Pihak HPM untuk memperkenalkan dan mengedukasi masyarakat mengenai berbagai teknologi Honda, salah satunya adalah dengan memeragakan cara kerja mesin Hybrid i-MMD sebagai inovasi untuk mesin yang lebih ramah lingkungan dan efisien. Sesuai dengan tema yang Pihak HPM usung di ajang ini, Pihak HPM akan terus berinovasi menciptakan teknologi canggih untuk memudahkan mobilitas manusia di masa depan, tutup Jonfis. Nah, bagi kalian yang tertarik untuk melihat bentuk nyata dari teknologi mesin i-MMD milik Honda, pihak HPM sendiri membawa langsung bentuk riil dari mesin dengan teknologi tersebut beserta dengan beberapa visualisasinya.
Jika kalian kepo, kalian bisa menghadiri gelaran GIIAS 2018 yang masih akan dihelat hingga hari Minggu, 12 Agustus 2018 mendatang. Nah, bagaimana menurut kalian? Yuk sampaikan pendapat kalian di kolom komentar di bawah ini.
sumber:autonetmagz.com

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In NEWS

Perlahan Datsun Mau Copot Cap Mobil Murah


Datsun mulai meramaikan pasar otomotif nasional pada 2013. Ketika itu langsung meluncurkan dua produk sekaligus, yaitu GO Panca dan GO+ Panca yang diposisikan masuk dalam segmen low cost green car/LCGC atau mobil murah. 

Sejak itu pula, cap mobil murah langsung melakat pada Datsun. Sekarang, perlahan ingin mencoba dicopot, salah satunya dengan meluncurkan Cross pada awal 2018 yang bukan masuk dalam kategori LCGC. 

"Tetapi Datsun itu bukan hanya merek LCGC saja. Sekarang kita akan membuat Datsun itu bergerak ke segmen lain, dan secara model lebih stylish," kata Presiden Direktur Nissan Motor Indonesia (NMI) Eiichi Koito belum lama ini di Bekasi, Jawa Barat.

Secara penerimaan produk, apabila melihat dari wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) untuk dua model di kelas LCGC sepanjang tahun ini (Januari-Juni) sudah mencapai 5.373 unit. 

Jumlah tersebut jika dibandingkan dengan tahun lalu menurun hampir 50 persen atau Januari-Juni 2017 mencapai 10.484 unit. Sementara model yang di luar LCGC, yaitu Cross sudah terjual 2.248 unit. 

Awal pengiriman dari pabrik ke diler pada Maret 2018 mencapai 2.223 unit, sementara bulan selanjutnya turun drastis menjadi 13 unit di April, tujuh unit Mei dan lima unit di Juni 2018.


sumber: otomotif.kompas.com

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments