In TIPS DAN TRIK

Yuk Ketahui Akibat dan Penyebab BackFire




Mungkin nama backfire sudah tidak asing lagi bagi Anda yang mencintai dunia otomotif. Ya, backfire lebih dikenal dengan nama mesin nembak-nembak. Apakah Anda pernah mengalami mesin yang nembak-nembak? 

Hal seperti ini kerap kali terjadi pada saat mesin sedang bekerja. Tak hanya bisa terjadi di jalur masuk udara dan bensin, namun backfire ini juga bisa terjadi di jalur gas buang atau knalpot. Lantas, apa akibatnya jika mobil Anda terus mengalami backfire? Apakah yang menjadi penyebab dari timbulnya mesin nembak-nembak ini? Berikut akibat dan penyebab dari backfire seperti yang telah dilansir dari laman saft7.com. 

Akibat yang pertama karena backfire adalah kehilangan tenaga mesin. Tenaga untuk poros mesin berputar dihasilkan dari setiap ledakan yang terjadi di ruang bakar. Mesin akan kehilangan tenaga putarnya apabila ledakan tersebut tidak terjadi di ruang bakar. Yang kedua, konsumsi BBM menjadi boros. 

Mesin yang nembak-nembak ternyata juga berpengaruh terhadap konsumsi BBM. Dan akibat ketiga karena backfire adalah komponen mesin menjadi rusak. Mesin nembak-nembak juga dapat membuat selang / hose intake menjadi sobek atau pecah, knalpot menjadi bocor, penyaring udara menjadi hancur atau sobek, dan lain-lain. Lantas, apa yang menyebabkan mesin mobil Anda mengalami backfire? 

Ada beberapa penyebab backfire, di antaranya adalah tekanan bensin rendah yang disebabkan karena penyaring bensin mampet atau kotor, terjadi masalah dengan pompa bensin dan Fuel Pressure Regulator, dan/atau fuel injector tersumbat. 

Selain dikarenakan tekanan bensin rendah, backfire juga disebabkan karena terjadi kesalahan urutan pemasangan kabel busi, busi mati atau penggunaan busi tidak tepat, terjadi masalah dengan valve intake, dan juga timing pengapian yang tidak tepat. 

Jika Anda mengalami mesin nembak-nembak, segera bawa mobil Anda ke bengkel terdekat. Semoga bermanfaat. 

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In NEWS

Bagaimana Penuaan Bisa Mempengaruhi Cara Berkendara



Setiap orang memiliki masa penuaan yang berbeda-beda, sehingga tidak ada batasan yang pasti kapan seseorang harus berhenti berkendara karena faktor usia. Di samping itu, pengemudi yang sudah lanjut usia cenderung lebih sering mengalami kecelakaan dan tilang daripada pengemudi yang masih muda. 

Apakah yang menyebabkan berkurangnya keahlian mengemudi setelah Anda sudah mulai tua? banyakan faktor yang mempengaruhi hal tersebut adalah berkurangnya penglihatan, terganggunya pendengaran, atau reflek tubuh yang semakin melemah.

Anda mungkin memiliki masalah yang lebih rumit daripada faktor-faktor di atas seperti penyakit stroke dan penyakit kronis lainnya. Penuaan cenderung mengurangi tenaga, koordinasi dan fleksibilitas tubuh Anda untuk melakukan aktifitas. Hal ini berpengaruh besar terhadap keahlian Anda mengemudikan dan mengkontrol mobil. 

Berikut ini beberapa masalah tubuh karena penuaan yang bisa mempengaruhi keahlian mengemudi Anda.

Rasa nyeri yang Anda rasakan pada bagian leher serta bahu akan semakin parah setelah Anda menua. Rasa sakit ini bisa mempersulit Anda untuk melihat situasi lalu lintas di sekitar dan mengganti jalur. Anda juga akan sedikit kesulitan untuk melakukan manuver pada mobil Anda. 

Rasa nyeri pada paha juga bisa mempersulit Anda untuk menggerakkan kaki dari pedal gas ke pedal rem. Di samping itu, berkurangnya kekuatan pada lengan bisa mempersulit Anda untuk berbelok secara cepat dan akurat.

Sebagai reaksi dari penuaan, Anda akan lebih lambat untuk bereaksi terhadap situasi lalu lintas yang ada. Anda akan kesulitan menghindari mobil atau pejalan kaki yang lalu lalang di jalanan. Atau menyadari bahwa mobil di depan Anda berhenti mendadak. 

Ini sangatlah berbahaya bagi keselamatan Anda dan pengguna jalan lain. Jika tak merasa yakin bahwa Anda mampu mengendarai mobil, jangan paksakan diri dan mintalah bantuan orang lain untuk mengantarkan Anda.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In TIPS DAN TRIK

Tips untuk Mengemudi di Tanjakan



Ketika baru saja lulus dari kursus mengemudi atau baru saja bisa menyetir mobil sendiri tentu saja kita sangat senang. Kita sering ingin berjalan-jalan sendirian atau bersama teman dan keluarga kita menggunakan mobil kesayangan kita. 

Namun ada saja hal-hal yang mungkin kita temui di jalan, dan membuat kita agak ragu atau khawatir akan keahlian mengemudi kita. Salah satunya adalah ketika kita menemui jalanan yang menanjak. Bagi sebagian orang yang baru bisa menyetir, kondisi jalan yang seperti ini memang menjadi tantangan tersendiri. Berikut ini beberapa tips yang bisa Anda lakukan ketika Anda sedang berkendara di medan yang menanjak.

Hal pertama yang perlu Anda perhatikan adalah menyesuaikan gigi persneling dengan tanjakan yang Anda lewati. Persneling 2 atau 3 akan berguna pada jalan yang tidak terlalu menanjak, sedangkan pada jalanan yang sangat curam, tentu saja Anda bisa menggunakan persneling 1. 

Selanjutnya adalah penggunaan rem yang akan sangat Anda butuhkan. Anda bisa menggunakan rem kaki untuk menghentikan mobil Anda. Untuk berhenti dalam waktu yang lama, Anda bisa menggunakan rem tangan agar kaki Anda tidak cepat merasa lelah. 

Anda bisa melakukannya dengan menarik tuas rem tangan, lalu memindahkan gigi persneling ke posisi netral. Jika, akan berjalan, maka masukkan persneling ke gigi 1, dan tekan pedal gas, lalu lepas kopling secara perlahan sampai mobil merespon, dan lepaskan rem tangan.

Yang terakhir adalah berhenti dengan setengah kopling. Cara ini digunakan ketika Anda harus berhenti dalam waktu yang cukup singkat di tanjakan. Caranya yaitu dengan menekan pedal kopling sambil menahan pedal gas sampai mobil tertahan dan berhenti. Untuk melajukan kendaraan, maka angkat pedal kopling, dan tekan pedal gas secara bersama-sama.

Nah itulah segenap tips yang bisa Anda gunakan ketika Anda harus mengemudi di jalanan yang menanjak. Tentu saja pada awalnya Anda akan merasa kesulitan dan grogi. Namun, setelah terbiasa dan menguasai maka itu akan menjadi hal yang mudah untuk dilakukan.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In REVIEW PRODUCT

Grand New Avanza Unggulkan Fitur Interior Sebagai Senjata Andalan



Untuk meningkatkan nilai jual dari generasi terbaru Avanza, PT Toyota Astra Motor (TAM) menjadikan teknologi mesin Dual VVT-i sebagai andalan untuk Grand New Avanza dan Veloz. Teknologi bukaan katup ini memang telah lama diterapkan pada model-model sedan Toyota dan menjadi ikon baru sang “mobil sejuta umat”.

Direktur Pemasaran TAM Rahmat Samulo, Jumat (7/8/2015), dalam konferensi pers di Downtown Bistro, Jakarta, mengatakan bahwa teknologi baru pada mesin adalah satu concern Toyota untuk menciptakan mobil yang lebih ramah lingkungan.

"Ini merupakan keputusan terbaik, didesain khusus untuk Avanza. Jika dengan teknologi Dual VVT-i konsumsi bahan bakar semakin baik, maka emisi gas buang juga lebih rendah. Tenaga juga lebih baik," kata Samulo.

Teknologi ini pun awalnya sudah diterapkan pada Corolla altis serta Camry. Dengan adanya Dual VVT-i (Variable Valve Timing with Intelligent), waktu bukaan katup bisa disesuaikan dengan kebutuhan mesin.

Pada awalnya, mekanisme ini hanya diterapkan pada katup masuk (intake) saja, namun seiring berkembangnya waktu, katup buang (exhaust) juga ikut dikontrol. 

Pengaturan katup pada dua bagian itu membuat kinerja mesin lebih baik untuk mengatur suhu ideal. Jika mobil Toyota telah menggunakan teknologi ini, tenaga dan torsi mesin segera tersedia. Sama halnya untuk catalytic converter, suhu lebih panas sehingga mampu bekerja maksimal menyaring gas buang agar semakin ramah lingkungan.

Selebihnya, saat dapur pacu sudah mencapai suhu kerja, pengaturan bukaan katup bisa disesuaikan dengan putaran mesin. Setelannya tentu berbeda saat harus bekerja dalam kondisi macet atau digeber dalam putaran tinggi.


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In REVIEW PRODUCT

Ketangguhan Toyota Yaris Diuji di Jambore Nasional TYCI




Bagi Anda penggemar berat mobil Toyota, khususnya Toyota Yaris, ada kabar terbaru bagi Anda mengenai Toyota Yaris. Tahukah Anda? Di bulan Juli 2015 lalu, lebih tepatnya tanggal 19-26, pihak komunitas Toyota Yaris Club Indonesia menggelar sebuah acara di kota Padang, Sumatera Barat. 

Acara tersebut yakni Jambore Nasional Yaris yang dihadiri oleh 70 mobil dan 120 peserta yang berasal dari berbagai wilayah di seluruh Indonesia, di antaranya adalah Bandung, Jabodetabek, Banten, Serang, Pekanbaru, Baturaja, Medan, dan masih banyak lagi yang lainnya. 

Lantas, mengapa acara tersebut digelar di kota Padang, Sumatera Barat? Dan apa saja kegiatan dalam acara tersebut? Berikut informasi selengkapnya. 

Kota Padang adalah kota dengan aneka ragam objek wisata yang dapat dengan mudah dikunjungi oleh para wisatawan. Seperti yang dilansir dari situs m.autobild.co.id, kota tersebut dipilih sebagai tempat acara Jambore Nasional TYCI karena memiliki keindahan alam yang luar biasa dan ada banyak objek wisata di kota tersebut. Tak hanya itu, peserta juga mendapatkan pengalaman baru yang sangat menantang dengan menjelajah Pulau Sumatera. 

TYCI juga mengadakan sub-kegiatan Toyota Day Out (TDO). Para pengguna Toyota Yaris dan Toyota Owner Club Padang turut menghadiri acara dengan konsep gathering itu. Menurut lansiran situs m.autobild.co.id, komunitas pencinta Toyota Yaris itu juga mensosialisasikan slogan khas ala komunitas, yakni 3S (Safe, Smart, and Share The Road). 

Selain itu, ketangguhan Toyota Yaris juga diuji dalam Jambore Nasional TYCI. Dengan melihat kondisi Toyota Yaris yang semakin tangguh, masyarakat khususnya para pencinta Toyota Yaris semakin mencintai Yaris. Nah itu tadi kilasan informasi mengenai kegiatan yang diselenggarakan oleh TYCI di Jambore Nasional guna menguji ketangguhan dari mobil Toyota Yaris itu sendiri. 


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments