In NEWS

Ini Sebabnya Kalau Dolar Turun Harga Mobil Nggak Ikutan Turun


Kenaikan nilai tukar dolar terhadap rupiah sering disebut-sebut menjadi biang naiknya harga mobil. Karena disaat nilai tukar naik dalam waktu yang cukup panjang, tidak lama harga mobil pun turut mengalami kenaikan. 

Namun bagaimana kalau dolar turun? Tidak pernah kita temukan kalau nilai tukar turun harga mobil pun bakalan ikut turun ke depannya. 


"Ya konsumen bisa kecewa (kalau harga mobil turun). Bisnis itu kan nggak bisa kalau naik langsung naik dan pas turun ikutan turun kalau bisnis kan setahun ada perhitungannya seperti apa," beber Direktur Pelayanan dan Purnajual PT Honda Prospect Motor Jonfis Fandy. 

Menurutnya faktor penentuan harga mobil bukan hanya nilai tukarnya saja ada juga perhitungan lain. Sebenarnya untuk mobil yang diproduksi di Tanah Air tak terlalu berpengaruh besar terhadap meningkatnya nilai tukar itu. 

Apalagi kalau komponennya dibuat secara lokal. Memang nilai tukar berpengaruh namun tidak sebesar kalau mobil didatangkan secara impor. 

"Kalau dia CBU utuh baru bisa langsung naikan dan turunkan," pungkas Jonfis.

sumber: oto.detik.com

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In TIPS DAN TRIK

Benarkah Ban Punya Masa Kedaluwarsa?


Hingga saat ini ternyata masih banyak pertanyaan mengenai usia pakai atau kedaluarsa dari ban pada kendaraan. Nyatanya, baik ban sepeda motor mupun mobil ternyata tidak memiliki batas kedaluwarsa. 

Manager Proving Ground Bridgestone Zulpata Zainal, menegaskan bila sampai saat ini tidak ada patokan atau aturan yang menyatakan mengenai masa pakai atau kedaluwarsa dari sebuah ban. 

"Sebenarnya ban tidak memiliki masa kedaluwarsa. Sejak dari proses pembuatan, semua material dasar seperti karet alam dan karet sintetis dan 120 komponen lainnya sudah benar-benar matang, jadi tidak bisa disamakan seperti makanan yang tiga atau empat hari itu bisa basi," ucap Zulpata saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (23/8/2018).

Meski tak mememiliki kedaluwarsan, namun Zul menyampaikan bila ban bisa mengalami kerusakan sama dengan komponen lainnya pada kendaraan. Faktornya ada beragam, mulai dari kurangnya perawatan, sisi pemakaian, sampai dari proses penyimpanannya sendiri. 

Mengenai anggapan bila setelah memasuki tiga tahun, karet ban akan mengalami pengerasan, menurut Zul, kondisi tersebut cukup wajar karena ban terus dipakai. Bukan berarti hal menandakan masa kedaluwarsa dari ban yang digunakan.

"Semua ban pasti begitu namanya juga digunakan, apalagi bicara soal permukaannya. Tapi meski tak memiliki kedaluwarsa, penting diketahui bila ban juga sama dengan mesin motor atau mobil, artinya bila terlalu lama disimpan dan tak digunakan atau digerakan juga bisa mempercepat usia kerusakan ban," kata Zul. 

Bukan berarti ban yang sudah disimpan dan terhindar dari panas dan hujan akan lebih awet seperti ban cadangan. Zul menejelaskan, sebaik-baiknya penyimpanan dalm hal perawatan ban juga butuh bergerak atau digunakan.

sumber: otomotif.kompas.com

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In NEWS

Biar Sedikit, Nissan Grand Livina Masih Ada yang Ngelirik


Tanpa model dan teknologi terbaru mobil tak bakal dilirik oleh masyarakat Indonesia. Barangkali itu yang sedang dialami Nissan Grand Livina

Grand Livina yang sempat menjadi primadona di awal kemunculannya pada tahun 2008. Namun semakin ke sini penjualannya cenderung menurun. 


Penjualan turun tak berarti 
Grand Livina tak ada yang membeli. Mengutip data distribusi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sepanjang bulan Juli 2018, Livina masih terjual sebanyak 73 unit. Padahal bulan sebelumnya bisa menyentuh 102 unit. 

Penjualan Livina yang terus merosot ini sudah dimulai tahun 2015. Kalau biasanya Nissan bisa melego Livina sebanyak belasan hingga puluhan ribu, tahun 2015 langsung turun menjadi 8.283 unit dari 15.716 unit. 

Mobil di segmen yang diisi Livina yaitu MPV memang perlahan-lahan mulai runtuh. Masyarakat Indonesia kebanyakan beralih ke mobil di kelas Low MPV seperti Avanza-Xenia Cs. Mobil yang cukup kuat di segmen itu adalah Kijang Innova yang masih bertahan hingga saat ini. 

Livina juga saat ini penjualannya sudah tersalip oleh pendatang baru di segmen itu yaitu Wuling Cortez. Cortez sepanjang Januari-Juli terjual sebanyak 3.686 unit. Sedangkan Livina hanya 2.055 unit.

sumber:oto.detik.com

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In NEWS

Tarik Tuas, Jok Depan Suzuki Ertiga Bisa Keluar Dari Kabin


Pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) memperkenalkan beberapa mobil konsepnya.

Beberapa di antaranya adalah Suzuki Jimny Concept, Suzuki Sport Concept, serta Suzuki Swift Hybrid.

Tetapi yang paling unik adalah Suzuki Support Concept yang berbentuk sebuah Ertiga berwarna putih.

Dari luar tampilan mobil ini tak ada bedanya dengan Ertiga lainnya, tetapi terlihat sebuah stiker penyandang disabilitas pada windshield mobil tersebut.

Saat mengintip ke dalam kabin, barulah terlihat kalau mobil ini memang agar ramah bagi penumpang penyandang disabilitas.

Hal tersebut tampak pada jok penumpang bagian depan yang memiliki mekanisme untuk membantu penyandang disabilitas dalam akses masuk atau keluar dari mobil.

Jok itu bisa diputar 90 derajat dan digeser ke arah luar sampai melewati batas kabin.

Mengoperasikannya pun cukup mudah, hanya butuh menarik satu tuas di bagian bawah jok penumpang tersebut.

Kami sempat bertanya dengan salah satu tenaga penjual di booth Suzuki mengenai mobil tersebut.

"Mobil ini bisa diproduksi dengan spesifikasi seperti ini, selain mekanisme joknya, semua masih sama dengan Ertiga biasa," ungkap Roni Jaya, salah satu sales executive Suzuki.


Patut ditunggu nih bagi mereka yang memiliki anggota keluarga penyandang disabilitas, jadi tak terganggu mobilitasnya.

sumber: otomotifnet.gridoto.com

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In NEWS

Nissan Terra Sudah Indonesia Banget, Dibilang Tahan Hadapi Kondisi Ekstrem Ini


PT Nissan Motor Indonesia (NMI) resmi meluncurkan line-up SUV terbarunya, yaitu Terra di Indonesia bersamaan pameran otomotif GIIAS 2018
.
SUV penantang Mitsubishi Pajero Sport dan Toyota Fortuner itu lebih dulu diperkenalkan di Filipina, pada Mei lalu.

Nah, apa ada perbedaan spesifikasi antaran Nissan Terra di Indonesia dengan yang di Filipina?

Sebagaimana dijelaskan Masayuki Ohsugi, General Manager R&D PT Nissan Motor Indonesia menjelaskan semua produk mobil Nissan memang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen di tiap pasarnya.

"Biasanya tergantung kebutuhannya, kan dari semua mobil, dilihat dari konsumennya butuh atau enggak, jadi added value atau enggak," kata Masayuki Ohsugi.

"Konsepnya itu bukan masuk Indonesia dikurangi, tidak seperti itu. Kebutuhan di Indonesia seperti apa, kemudian fiturnya menyesuaikan," imbuh Masayuki Ohsugi.

Ia berujar tak mengetahui secara detail spesifikasi Nissan Terra yang dijual untuk pasar Filipina.
"Kalau spesifikasi Indonesia kan kita tahu, terus terang kalau spesifikasi Filipina itu sama-sama enggak tahu. Kami enggak tanggung jawab terhadap model Terra di Filipina," ujar Masayuki Ohsugi.

Meski begitu, ia berujar Nissan Terra yang dijual di sini sudah melakukan tes melewati banjir.
Kondisi itu disesuaikan karena banjir memang kerap terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In NEWS

Avanza Masih Jadi Andalan Toyota


PT Toyota Astra Motor (TAM) berhasil membukukan penjualan mobilnya di GIIAS 2018, mencapai 6.022 unit. Meski tanpa produk baru, merek nomor satu di Indonesia ini masih bisa berjualan di atas 5.000 unit sepanjang 11 hari pameran.

Toyota sebelumnya menyebutkan bahwa mereka tak menargetkan angka penjualan di GIIAS 2018. Meski begitu apresiasi pengunjung terhadap produk-produk Toyota cukup positif.

Fransiscus Soerjopranoto, Executive General Manager PT Toyota-Astra Motor (TAM) mengatakan dari total SPK di atas, kontribusi terbesar berasal dari segmen kendaraan keluarga MPV yang mencapai 3.662 unit, atau lebih dari 61 persen. Baca juga: Toyota Ajak Komunitas Diskusi Soal Avanza Terbaru Toyota Avanza diakui ibu-ibu pembaca majalah sebagai yang terbaik di kelasnya.(TAM)

Jika di rinci lagi, enam model terlaris Toyota di antaranya ada Avanza yang kembali menjadi ujung tombak, dengan perolehan 1.105 unit (18,3 persen). Kemudian pada tempat kedua ada Rush, yang terjual 996 unit (16,5 persen)

Pada tempat ketiga diikuti Kijang Innova 984 unit (16,3 persen), lalu Calya 982 unit (16,3 persen),  Fortuner 625 unit (10,4 persen), dan Agya 319 unit (5,3 persen).

Avanza ternyata masih menyimpan pesona kuat dibanding model Toyota lainnya. Meskipun di dalam pameran kemarin wujud Avanza hanya disimpan di ruang negoisasi saja.

“Terima kasih atas apresiasi dan kunjungan pengunjung ke Toyota Booth. Semoga booth Toyota di GIIAS dapat  memberikan informasi lengkap, dan pemahaman yang mendalam bagi masyarakat, khususnya akan kebutuhan mobilitas untuk kehidupan masa depan,” 

sumber: otomotif.kompas.com

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments